Membentuk Karakter Siswa Di Sekolah

“bu guruuuu, Naila nyontek saya melulu nih” teriak Aghnia pada saat ulangan harian berlangsung. Dengan senyum saya hampiri tempat duduk mereka, “Naila cintaaaa, sini yuk duduknya dekat bu guru ya” sembari saya tuntun tangannya untuk pindah duduk dekat saya.

Ya Naila siswa yang memerlukan perhatian lebih karena perilakunya yang kadang membuat teman-temannya merasa terganggu.

Saya ingin berbagi tips dengan menerapkan 10 cara jempol menjadikan siswa berkarakter. Sebelumnya saya ingin mengemukakan definisi karakter. Ketika saya bertanya kepada seorang guru atau orangtua, makhluk apa karakter itu? Ada seorang guru mengemukakan bahwa karakter adalah kebiasaan yang berulang-ulang sehingga membentuk ciri khas dan pada akhirnya terbentuk karakter seseorang.

Seorang pakar pendidikan, Suyanto (2009) mengemukakan karakter adalah cara berpikir dan berperilaku yang menjadi ciri khas tiap individu untuk hidup dan bekerjasama. Dari definisi di atas telah jelas bahwa penekanan karakter itu adalah cara berpikir dan berperilaku.

Sehingga kita bisa menerapkan cara-cara Jempol untuk membentuk siswa berkarakter, tetapi terlebih dahulu dimunculkan adanya keteladanan dari sang guru, sosok penginspirasi sekaligus penggerak siswa. Siswa diajak berfikir dengan pemahaman dan keteladanan guru atau orangtua sebagai bentuk contoh perilaku, sehingga ketika paham maka siswa pun akan berperilaku sesuai yang dipahaminya.

Pertama, pelajari keunikan siswa, karena setiap siswa memiliki kecerdasan yang berbeda-beda. Gaya belajar mereka pun tidak sama, jadi penting untuk sang guru mengetahui sehingga mampu menyelami siswanya.

Kedua, memasang kata-kata afirmasi dari para tokoh, para ulama, ayat-ayat Al qur’an dan hadits, bahkan gambar-gambar animasi tentang perilaku-perilaku terpuji yang mendukung budaya sekolah.

Ketiga, membuat pedoman perilaku di kelas dan sekolah yang disetujui oleh para siswa dan guru. Sebelumnya brainstorming bersama para siswa dikelas.

Keempat, sekolah membuat program penghargaan untuk mengapresiasi berbagai perilaku yang membanggakan, selain prestasi akademis.

Kelima, adanya monitoring atau penilaian berkala, bentuk tindakan preventif dalam berperilaku negatif siswa bisa segera ditangani

Keenam, adanya kerjasama dengan orangtua dengan dibuatnya program kelas parenting.

Ketujuh, berbanyak ekskul atau kegiatan kompetisi antar kelas (class meeting} dan mengembangkan sikap sportivitas para siswa.

Kedelapan, program kekuatan ruhiyah seorang siswa dengan adanya program puasa sunnah, program majelis pagi yaitu rentetan kegiatan jelang belajar yaitu sholat dhuha, tilawah atau mengulang hafalan al qur’an dan mendukung program pemerintah, Gerakan Literasi sekolah dengan membaca buku serta membuat reviunya.

Kesembilan, memunculkan sikap kepedulian siswa dengan adanya program pengumpulan donasi kemanusiaan seperti peduli kemanusiaan muslim Rohingya, Palestina, Garut dan lain-lain

Kesepuluh, mengadakan program mentoring yang isinya adalah memberikan pemahaman tentang adab dan mengisahkan sejarah tokoh atau para nabi sehingga membentuk karakter siswa dengan baik melalui penokohan selain contoh nyata keteladan sang guru.

Demikianlah sepuluh cara Jempol dalam membentukan karakter siswa yang sudah kami jalankan di sekolah, semoga bisa diterapkan di sekolah-sekolah yang lain.

(Visited 6 times, 1 visits today)