Peran Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan SMP Tri Mulia Jakarta

Peran Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan SMP Tri Mulya Jakarta

Hermawan
SMP Tri Mulya Jakarta
hermawangtg87@gmail.com

 

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis peran kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan di SMP Tri Mulya Jakarta. Mutu pendidikan menjadi aspek kritis dalam mencapai tujuan pendidikan yang berkualitas. Kepala sekolah memiliki peran yang sangat penting sebagai pemimpin dan pengelola lembaga pendidikan untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang efektif dan berdaya saing. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan field research. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen terkait kebijakan sekolah. Responden utama dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, guru, orangtua siswa, dan peserta didik SMP Tri Mulya Jakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah di SMP Tri Mulya Jakarta memainkan peran kunci dalam meningkatkan mutu pendidikan. Kepala sekolah tidak hanya bertanggungjawab untuk administrasi sekolah, tetapi juga berperan dalam motivasi dan melibatkan semua stakeholder dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan. Tantangannya yaitu, keterbatasan keterlibatan komita dan dinamika perubahan dalam dunia pendidikan. Oleh karena itu, diperlukan adanya kolaboratif dan inovatif antara kepala sekolah, guru, orangtua, dan siswa untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang optimal. Harapannya semoga penelitian ini dapat memberikan kontribusi pada pemahaman tentang peran kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan di SMP Tri Mulya Jakarta dan memberikan rekomendasi bagi pihak terkait untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan di lembaga tersebut.

Kata Kunci: Peran Kepala Sekolah, Mutu Pendidikan, SMP

  1. Pendahuluan

Sekolah menjadi wadah untuk melahirkan generasi berkualitas, unggul, dan mampu bersaing di eranya masing-masing. Melalui pendidikan yang berkualitas pula, peran penting ini menjadi alasan akan terbentuknya generasi tersebut. Pendidikan berkualitas dipengaruhi faktor kepemimpinan di ranah ini. Kepala sekolah memegang peran penting dalam meningkatkan mutu pendidikan di suatu lembaga pendidikan, termasuk SMP Tri Mulya Jakarta. SMP Tri Mulya Jakarta merupakan lembaga pendidikan tingkat menengah pertama yang memiliki tanggung jawab besar melahirkan generasi yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga penuh dengan nilai-nilai yang berkembang di masyarakat dengan berlandasakan nilai-nilai keislaman.

Peran yang dilakukan kepala sekolah menjadi begitu penting akan keberhasilan suatu lembaga pendidikan.  Tidak hanya kebertanggungjawaban atas administrasi sekolah yang baik, kepala sekolah memiliki peran strategis dalam merancang, mempersiapkan, melaksanakan serta mengevaluasi kebijakan yang dapat meningkatkan kualitas mutu pendidikan di sekolah yang dipimpinnya. Kebijakan yang dilakukan oleh kepala sekolah dalam meningkatkan mutu Pendidikan tentu tidak terlepas dari sinergisitas seluruh elemen penting sekolah, seperti, guru, karyawan, peserta didik, bahkan orang tua, demi mencapai tujuan pendidikan yang diidam-idamkan.

Kepemimpinan yang efektif didapatkan dari pendekatan yang dilakukan oleh kepala sekolah dengan menciptakan lingkungan belajar yang memotivasi peserta didik, inovatif dalam era yang bergerak, serta kondusif pada tantangan zaman yang ada. Oleh karena itu, peran kepala sekolah tidak hanya sebatas manajemen administrasi, tetapi juga mencakup aspek pengembangan potensi dan pembinaan kolaboratif kepada seluruh komponen di sekolah. Adapun, penelitian ini bertujuan adalah untuk meningkatkan mutu pendidikan dan menggali kemungkinan strategi yang dianggap mampu diterapkan untuk mencapai standar pendidikan yang tinggi sesuai dengan tuntuan zaman yang berjalan bersisian dengan lembaga pendidikan.

Pengkajian penelitian ini telah banyak pula ditemukan dalam beberapa jurnal dan atau literatur ilmiah, di antaranya; Yadi Sutikno, d.k.k., 2022. Sutikno dalam jurnalnya mengkaji perihal peran kepala sekolah dalam meningkatkan mutu Pendidikan melalui peran kepemimpinan dalam manajemen di sekolah. Kesimpulan yang dihasilkan dalam penelitian ini adalah kepala sekolah harus mampu menjadi educator, manajer, administrator, supervisor, serta wirausahawan agar strategi yang kelak diterapkan, mampu membuat mutu Pendidikan berkembang.[1] . Syarif Hidayat, 2023. Mendeskripsikan peran kepala sekolah sebagai manajer dan pemimpin untuk meningkatkan mutu pendidikan. Adapun hasilnya adalah kepala sekolah berperan dalam pembuatan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengevaluasian dalam proses meningkatkan mutu pendidikan[2]. Juga ada Nurhayati, 2023. Mengkaji mengenai peran kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan, yang mana kepala sekolah bertindak sebagai manajer, educator. administrator, dan supervisor[3].

Definisi konvensioanal dari kualitas biasanya menggambarkan karakteristik langsung dari suatu produk seperti: performansi (performance), keandalan (reliability), mudah dalam penggunaan (ease of use), estetika (esthetics) dan sebagainya.

Menurut Nur Azman, mutu atau kualitas adalah tingkat baik buruknya sesuatu, kadar. Juga bisa berarti derajat atau taraf kepandaian, kecakapan, dan sebagainya[4]. Secara umum kualitas atau mutu adalah gambaran dan karakteristik menyeluruh dari barang atau jasa yang menunjukkan kemampuannya dalam memuaskan kebutuhan yang diharapkan atau tersirat[5]. Dalam pengertiannya mutu mengandung makna derajat (tingkat keunggulan suatu produk (hasil kerja/upaya) baik berupa barang maupun jasa, baik yang tangible atau intangible. Mutu yang tangible artinya dapat diamati dan dilihat dalam bentuk kualitas suatu benda atau dalam bentuk kegiatan dan perilaku. Misalnya televisi yang bermutu karena mempunyai daya tahan (tidak cepat rusak) warnanya jelas, suara terdengar bagus, dan suku cadangnya mudah didapat. perilaku yang menarik, dan sebagainya. Sedangkan mutu yang intangible adalah suatu kualitas yang tidak dapat secara langsung dilihat atau diamati, tetapi dapat dirasakan dan dialami, misalnya suasana disiplin, keakraban, kebersihan dan sebagainya[6].

Dalam Bahasa Inggris, mutu diistilahkan dengan: “quality”[7] sedangkan dalam bahasa arab disebut dengan “juudatun”[8]. Sesuatu dikatakan bermutu, pasti ketika sesuatu itu bernilai baik atau mengandung makna yang baik. Sebaliknya sesuatu itu dikatakan tidak bermutu, bila sesuatu itu mempunyai nilai yang kurang baik, atau mengandung makna yang kurang baik.

Berdasarkan definisi tentang kualitas baik yang konvensional maupun yang lebih strategik, kita boleh menyatakan bahwa pada dasarnya kualitas mengacu kepada pengertian pokok berikut:

  1. Kualitas terdiri dari sejumlah keistimewaan produk, baik keistimewaan langsung maupun keistimewaan atraktif yang memenuhi keinginan pelanggan dan dengan demikian memberikan kepuasan atas penggunaan produk itu.
  2. Kualitas terdiri dari segala sesuatu yang bebas dari kekurangan atau kerusakan[9].

Definisi di atas menegaskan bahwa kualitas selalu berfokus pada pelanggan (customer focused quality). Artinya, suatu produk suatu lembaga pendidikan yang dipimpin oleh kepala sekolah dikatakan berkualitas apabila telah sesuai dengan keinginan pelanggan.

 

  1. Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, yakni pendekatan yang digunakan guna memahami dan menggambarkan fenomena sosial atau prilaku manusia secara mendalam. Metode penelitian ini berfokus pada interpretasi dan pemahaman makna di balik suatu konteks atau situasi, daripada pengukuran kuantitatif[10]. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah field research, dengan menggunakan peninjauan dan analisis sitematis terhadap fenomena dalam lingkungan yang terjadi[11].

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami perkembangan dan pengetahuan yang telah ada mengenai kepala sekolah yang berperan dalam mencapai peningkatan mutu pendidikan, mendata celah-celah pengetahuan, mengevaluasi hasil peran kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan, serta menyusun dasar teori yang mampu dan kuat dalam penelitian yang tengah dilakukan. Metode pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan Teknik observasi dan wawancara. Selain itu, peneliti juga menyimpan perbendaharaan data penelitian menggunakan simple random sampling, dengan mengambil pustaka dengan ketentuan secara acak.

Subjek dan objek penelitian ini adalah Peran Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan, sedangkan untuk tempat penelitian dilakukan di SMP Tri Mulya Jakarta. Adapun penelitian ini dilakukan sejak 8 Juli hingga  september 2023.

  1. Hasil dan Pembahasan
  2. Peran Kepala Sekolah

Guna meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan, peran kepala sekolah menjadi sangat penting dalam hal ini. Tanggung jawab kepala sekolah sangat besar dalam mengakomodir ke arah mana bentuk dan tata kelola ekosistem seluruh lalu lintas pembelajaran[12]. Peranan yang dikomandoi oleh kepala sekolah bukan hanya sebagai administrator, tetapi juga sebagai pemimpin yang visioner dan inspiratif[13]. Visi dan misi sekolah yang medeskripsikan cita-cita dan tujuan Pendidikan mesti dirumuskan dengan baik. Hal ini tidak hanya menjadi panduan guna mencapai mutu yang berkualitas, tetapi menanamkan identitas dan arah bagi seluruh civitas sekolah.

Membangun ekosistem melalu sumber daya yang efektif juga tidak luput dari peran kepala sekolah. Pucuk manajemen sekolah yang dikelola oleh kepala sekolah harus mampu memahami kebutuhan sekolah, sehingga potensi sekolah yang telah diidentifikasi dapat berjalan sempurna.hal ini didapatkan dengan mengalokasikan sumber daya, baik dari segi materil (pendanaan dan fasilitas) dan non materil (karyawan, pengajar, peserta didik, dan orang tua). Kepala sekolah dapat melakukan peningkatan mutu dengan melakukan pembinaan, dengan memberi dukungan, pelatihan, dan umpan balik yang membangun. Kepala sekolah juga dapat mengembangkan keterampilan mereka secara pendampingan berkala serta memacu kualitas pengajaran ke arah yang dituju.

Melalui observasi kelas, kepala sekolah mampu memastikan proses kegiatan belajar mengajar di sekolah berjalan dengan efektif dan sesuai dengan standar mutu pendidikan yang ditetapkan [14]. Dalam hal ini, pemilihan dan implementasi kurikulum yang relevan serta penciptaan lingkungan belajar yang mendukung prestasi akademik. Tidak hanya itu, mendorong inovasi dalam hal pembelajaran termasuk penggunaan secara maksimal teknologi pendidikan (Learning Management System) dan melakukan pengaplikasian metode ajar yang dapat membawa kebaruan agar pembelajaran memiliki daya tarik tersendiri dengan asas penyesuaian diri dengan perkembangan zaman.

Kepala sekolah sebagai pucuk pimpinan, perlu terlibat dalam supervisi dan evaluasi berkelanjutan terhadap kinerja sekolah. Hal ini dilakukan berdasarkan analisis data, peningkatan dengan pemyesuaian potensi sekolah yang diterapkan, serta respon terhadap tantangan yang muncul, adalah langkah-langkah penting untuk memastikan keberlanjutan perbaikan mutu pendidikan[15]. Setelah itu, dengan menciptakan lingkungan yang mendukung dan membangun, kepala sekolah dapat memberikan kontribusi pada perkembangan sosial, spiritual, dan emosional peserta didik. Pemberian penghargaan atas prestasi, penyelenggaraan ekstrakulikuler, keterlibatan dialog sekolah dan komita, dan pembinaan sikap positif dapat menciptakan iklim belajar yang baik. Kepala sekolah juga harus memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi dan mengatasi tantangan pendidikan, baik yang berkaitan dengan peserta didik, karyawan/staff, atau faktor eksternal lainnya. Inisiatif untuk menemukan solusi kreatif dan efektif adalah kunci untuk meningkatkan mutu pendidikan di tengah berbagai kompleksitas[16]. Keberhasilan kepala sekolah dalam melaksanakan tanggungjawab ini akan memberikan dampak positif yang jangka panjang terhadap pembelajaran dan perkembangan siswa serta prestasi keseluruhan dalam lembaga pendidikan.

  1. Mutu Pendidikan

Mutu pendidikan meliputi sejumlah aspek yang menilai dan mengukur keberhasilan sistem pendidikan dalam menyediakan pembelajaran yang bermutu, relevan, dan berkualitas tinggi. Berikut adalah aspek-aspek yang memengaruhi mutu Pendidikan.

Tabel 1. Mutu Pendidikan di SMP Tri Mulya Jakarta

            No Aspek Mutu Mutu Pendidikan
1. Standar Akademik Meliputi kemampuan peserta didik dalam mencapai kompetensi dan pengetahuan yang ditentukan untuk setiap Tingkat Pendidikan
2. Kurikulum yang Relevan Meliputi keaberlanjutan dalam menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan zaman, penggunaan metode pembelajaran, serta inklusi materi yang relevan dan memotivasi siswa
3. Kualitas Pengajar dan Karyawan Meliputi guru yang berkualitas, yang dapat memberikan pengajaran yang termotivasi dan efektif, serta mampu mengatasi kebutuhan beragam siswa
4. Sarana dan Prasarana Meliputi lingkungan belajar yang nyaman, dan dilengkapi dengan sarana memadai yang dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran
5. Evaluasi Kinerja Sistem evaluasi dan pengukuran kinerja berkelanjutan, termasuk uji standar dan penilaian formatif, untuk mengidenfitifkasi kekuatan dan kelemahan siswa, program, serta metode pengajaran
6. Keterlibatan Orang tua dan Komite Mencakup Kerjasama antara sekolah, orangtua dalam hal ini menjalin kerjasama dengan komite, dan masyarakat, untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang mendukung dan responsif
7. Penggunaan LMS (Learning Mangement System) Penyediaan akses sumber daya pembelajaran yang lebih luas, mendukung inovasi dalam pengajaran, dan mempersiapkan peserta didik untuk tuntutan dunia digital.
8. Inklusivitas dna Berkeadilan Memberikan pelayanan yang inklusif dan adil, memerhatikan kebutuhan dan potensi setiap peserta didik tanpa diskriminasi
9. Pengembangan Keterampilan Meliputi keterampilan kritis, kreativitas, komunikasi, serta pemahaman tentang nilai-nilai moral dan sosial.
10. Evaluasi Berkelanjutan Melakukan pemantauan terus-menerus terhadap kinerja dan memiliki mekanisme perbaikan yang responsif

 

  1. Evaluasi Hasil Peran Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Berdasarkan hasil wawancara dan observasi yang dilakukan, berikut dilampirkan tabel evaluasi hasil menggunakan aspek-aspek dan elemen mutu pendidikan yang sudah diterapkan di SMP Tri Mulya Jakarta oleh kepala sekolah.

 

 

Tabel 2. Evaluasi Hasil Peran Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan

No Aspek Mutu Evaluasi Hasil
Belum Tercapai Berjalan Tercapai
1 Kemampuan siswa dalam mencapai kompetensi dan pengetahuan V
2 Menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan zaman V
3 Guru memberikan pengajaran yang memotivasi dan efektif, V
4 Lingkungan belajar yang nyaman, dan dilengkapi dengan sarana memadai V
5 Sistem evaluasi dan pengukuran kinerja, V
6 Kerja sama antara sekolah dan komite V
7 Penyediaan akses sumber daya pembelajaran yang berinovasi (LMS) V
8 Inklusivitas dan keadilan V
9 Pengembangan Keterampilan Hidup V
10 Pemantauan dan perbaikan V

 

Berdasarkan tabel evaluasi di atas, dapat dinyatakan bahwa proses evaluasi hasil dalam meningkatkan mutu pendidikan telah tercapai meskipun belum sempurna sesuai dengan apa yang ingin dituju. Hal tersebut dilihat dari beberapa aspek yang masih berjalan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa peran kepala sekolah sebagai pucuk pimpinan dalam sebuah lembaga pendidikan memiliki pengaruh yang sangat besar dan juga penting terhadap meingkatnya mutu pendidikan. Evaluasi terhadap peran kepala sekolah tidak hanya mencakup pada ukuran akademik semata, tetapi juga ke berbagai aspek untuk membentuk ekosistem pembelajaran yang baik. Prestasi akademik peserta didik menjadi satu aspek yang tak terelakkan, seeiring dengan partisipasi dan keterlibatan peserta didik dalam kegiatan eksternal kelas yang mencerminkan keberhasilan kepala sekolah dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang dinamis dan inspiratif.

Evaluasi hasil ini juga mempertimbangkan upaya kepala sekolah sekolah dalam mengembangkan karyawan dan pengajar (Guru), dalam era perkembangan pendidikan yang dinamis, kemampuan kepala sekolah untuk membina kepemimpinan dan mendukung pertumbuhan profesional staf menjadi poin utama. Pengelolaan sumberdaya, baik itu finansial maupun fasilitas, juga menjadi indikator vital dalam mengevaluasi efisiensi kepala sekolah dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang optimal. Namun tidak hanya itu, kemapuan kepala sekolah dalam membentuk ekosistem kolaboratif dengan pihak eksternal juga sama pentingnya.

Tidak hanya itu, keberhasilan kepala sekolah yang tercatat dalam tabel 2 tercermin dari mampunya sekolah dalam kepemimpinan yang berkualitas menghadapi tantangan perkembangan zaman demi perubahan kebutuhan pendidikan yang bermutu. Kepala sekolah yang berhasil, mampu memngintegrasikan dan mensinergikan inovasi ke dalam kurikulum pembelajaran dan metode pengajaran, menciptakan lingkungan yang dibutuhkan civitas sekolah, yang menggairahkan.

  1. Faktor Pendukung dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan
  2. Faktor Pendukung

     Faktor-faktor pendukung dalam meningkatkan mutu Pendidikan mencakup berbagai aspek yang secara positif memengaruhi proses kegiatan belajar mengajar, seperti investasi keuangan yang memadai merupakan fondasi penting dalam melahirkan lingkungan Pendidikan yang efektif. Pendanaan yang cukup dapat digunakan untuk meningkatkan fasilitas sekolah, mengembangkan sumber daya, pengembangan kurikulum yang relevan, guna mengurangi jarak antarsekolah.

Kemudian faktor pendukung lainnya adalah peran guru yang berkualitas. Guru yang dapat pelatihan yang baik, dengan dukungan dalam pengembangan profesionalitas mereka, dan diberikan insentif yang sesuai, cenderung memberikan dampak yang baik terhadap pengalaman belajar siswa. Kualitas pengjar tersebut tidak hanya terkait dengan pengetahuan akademis, tetapi juga kemampuan mereka untuk menginspirasi peserta didik dengan motivasi yang diberikan secara kreatif dan inovatif menjadi jalan menuju peningkatan mutu pendidikan.

  1. Faktor Penghambat

     Belum sempurnanya keterlibatan komite sekolah dalam membangun dialog perkembangan mutu Pendidikan sekolah menjadi faktor penghambat peningkatan mutu pendidikan. Dialog dua arah yakni, kerjasama antara sekolah dan komite belum tercapai dengan baik. Sekolah masih merasa berjalan sendirian tanpa campur tangan dari komite atau komunitas orang tua peserta didik. Membangun mutu pendidikan yang baik memerlukan upaya lintas sektor, bukan hanya menjadi tugas sekolah saja, tetapi tugas seluruh civitas sekolah.

 

  1. Kesimpulan

Dalam rangka meningkatkan mutu di lembaga pendidikan, kepala sekolah tidak hanya berperan sebagai seorang administrator, tetapi juga pemimpin yang mampu mewadahi dan menjembatani kebersamaan civitas sekolah. Setiap sumber daya yang berada di dalam maupun luar lingkungan sekolah mesti dilibatkan dengan memberikan tanggung jawab yang menyesuaikan. Sebagai kunci keberhasilan mutu pendidikan yang baik, kepala sekolah mengelola sumber daya dengan inovasi dan motivasi yang baik. Sehingga, kegiatan belajar dan pembelajaran yang melibatkan sumber daya mampu mencapai tujuan dnegan sempurna.

Kepala sekolah yang melakukan pembinaan kepemimpinan baik akan menciptakan lingkungan yang mendukung pengembangan keterampilan professional, peningkatan kualitas pengajaran, serta keterlibatan sumber daya ekternal seperti komite dapat menuntaskan variasi tantangan yang timbul dari dari tiap problem yang ada. Dengan demikian kepemimpinan yang proaktif dan adaptif menjadi tanda keberhasilan suatu sekolah dalam mendukung pertumbuhan yang holistik siswa.

 

DAFTAR PUSTAKA

A.R, M. P. (n.d.). Manajemen Stratejik : Peran Kepala Sekolah Dalam Pemberdayaan. Retrieved from https://books.google.co.id/books?id=lWNnTDyrXtYC

al, S. S. (2023). Manajemen Peran Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan. Jurnal Impresi Indonesia 2, 81-574.

Anggito Albi, S. (2018). Metedologi Penelitian Kualitatif. Retrieved from https://books.google.co.id/books?id=59V8DwAAQBAJ

B, S. S. (2010). Manajemen Pendidikan di Sekolah. Jakarta: Rineka Cipta.

Dian Rostikawati, S. (n.d.). Manajemen Kepemimpinan Kepala Sekolah. Retrieved from https://books.google.co.id/books?id=ek6WEAAAQBAJ

Febriana, M. P. (2021). Evaluasi Pembelajaran. Retrieved from https://books.google.co.id/books?id=moM_EAAAQBAJ

M John, E. d. (2014). Kamus Indonesia Inggris. Jakarta: Kompas Gramedia.

M, Z. (2008). Metedo Penelitian Kepustakaan. Retrieved from https://books.google.co.id/books?id=zG9sDAAAQBAJ.

Manajemen Mutu Pendidikan. (2016). Retrieved from https://books.google.co.id/books?id=5KbJDwAAQBAJ

Nasional, D. P. (2012). manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah : Konsep Dasar. Jakarta: Ditjen Pendidikan Dasar dan Menengah .

Nur, A. (2013). Kamus Standar Bahasa Indonesia. bandung: Fokusmedia.

R, H. (2021). Pengertian Wawancara Semi Terstruktur dan 2 Contohnya. Metode Penelitian ilmiah.

Sutino Yadi, H. d. (2022). Peran Kepala Sekolah dalam meningkatkan Mutu Pendidikan. Jurnal Maitreyawira, 33-121.

Toni, P. (2014). Kamus Indonesia-Arab Al-Mujaz. Yogyakarta: Diva Press.

Vincent, G. (2005). Total Quality Management. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Yasin, M. (2023). Media Pembelajaran Inovatif : menerapkan Media Pembelajaran Kreatif Untuk Menyongsong Pendidikan di Era Society 5.0. Retrieved from https://books.google.co.id/books?id=UWHlEAAAQBAJ

 

 

 

 

[1] Yadi Sutino, Hodan, dan Irawati. “Peran Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan,” Jurnal Maitreyawira, Vol 3, no. 1 (2022): 121-33, https://maitreyawira.e-journal.id/jm.

[2] Susanti Susanti et al., “Manajemen Peran Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan,” Jurnal Impresi Indonesia 2, no. 6 (2023): 574–81, https://doi.org/10.58344/jii.v2i6.2916.

[3] R Hayati, “Pengertian Wawancara Semi Terstruktur Dan 2 Contohnya,” Metode Penelitian Ilmiah, 2021.

[4] Nur Azman, Kamus Standar Bahasa Indonesia, (Bandung: Fokusmedia, 2013), h. 227.

[5] Departemen Pendidikan Nasional, Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah: Konsep Dasar, (Jakarta: Ditjend Pendidikan Dasar dan Menengah, 2012), h. 28.

[6] B. Suryosubroto, Manajemen Pendidikan di Sekolah, (Jakarta: Rineka Cipta, 2010), h. 52.

[7] John M, Echols dan Hassan Shadily, Kamus Indonesia Inggris, (Ed. Ketiga; Jakarta: Kompas Gramedia, 2014), h. 430.

[8] Toni Pransiska, Kamus Indonesia-Arab Al-Mujaz, (Yogyakarta: Diva Press, 2014), h. 171.

[9] Vincent Gaspersz, Total Quality Management, ( Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama, 2005), h. 5

[10] J. S. Albi Anggito, Metodologi Penelitian Kualitatif (CV Jejak (Jejak Publisher), 2018), https://books.google.co.id/books?id=59V8DwAAQBAJ.

[11] M Zed, Metode Penelitian Kepustakaan (Yayasan Pustaka Obor Indonesia, 2008), https://books.google.co.id/books?id=zG9sDAAAQBAJ.

[12] S.E.M.M. Dian Rostikawati, Manajemen Kepemimpinan Kepala Sekolah (Cipta Media Nusantara, n.d.), https://books.google.co.id/books?id=ek6WEAAAQBAJ.

[13] M P Dr. Murniati A. R., Manajemen Stratejik: Peran Kepala Sekolah Dalam Pemberdayaan (Perdana Publishing, n.d.), https://books.google.co.id/books?id=lWNnTDyrXtYC.

[14] M Yasin. Media Pembelajaran Inovatif : Menerapkan Media Pembelajaran Kreatif Untuk Menyongsong Pendidikan Di Era Society 5.0 (PT. Sonpedia Publishing Indonesia, 2023), https://books.google.co.id/books?id=UWHlEAAAQBAJ.

[15] M P Dr. Rina Febriana, Evaluasi Pembelajaran (Bumi Aksara, 2021), https://books.google.co.id/books?id=moM_EAAAQBAJ.

[16] M5.anajemen Mutu Pendidikan (Prenada Media, 2016), https://books.google.co.id/books?id=5KbJDwAAQBAJ.

(Visited 38 times, 1 visits today)